Oleh : Mira Silviana D
Aku tidak tahu langkah kaki ini
akan membawaku ..
Aku tidak tahu apakah aku di masa
depan akan hidup dalam keterpurukan atau kebahagiaan
Aku tidak tahu, aku tidak tahu. Langkahku
yang tanpa arah membuat aku bimbang akan hidup ini yang semakin menggila dan
keras.
Apakah aku harus seperti mereka yang
kejam dan jahat namun bisa aman?
Ataukah aku harus menjadi yang lemah lembut namun selalu di injak-injak
oleh mereka?
Aku bukan manusia yang terlahir
dari bangsawan atau keluarga yang memiliki kekayaan yang berlimpah. Hanya
sebuah kesederhanaan dan rasa syukur yang keluarga ku selalu terapkan padaku. Tapi bisakah ku melihat manusia
yang seperti pula? Adakah? Aku hanya selalu memandang keserakahan manusia yang
tidak ada habisnya bahkan sekalipun harta rakyat kecil harus ditindas dan diambil oleh kerakusan mereka.
Aku hanya seorang wanita yang
ingin membela rakyat kecil atas hak dan kewajiban yang seharusnya didapatkan. Apakah
kurang puas dengan segala yang kau miliki? Harta, kemegahan dan kemewahan yang
selalu kamu pamerkan?
Sadarlah harta yang kau makan dan
yang kau ambil akan berakhir dengan sebuah kesengsaraan suatu hari nanti,
kalian mungkin saat ini bisa saja menari diatas penderitaan orang yang
tersakiti tapi dunia ini tidak diam, dunia melihat, dunia menyaksikan apa yang
telah kalian perbuat.
Keserakahan dan kerakusan kalian
bisa kalian nikmati untuk saat ini, berfoya-foya atas tingkah dan kerakusan
kaliam, memamerkan segalanya. Tapi ingat itu hanya sementara takkan artinya
bila dibawa mati. Tuhan tidak membutuhkan harta berlimpah itu hanya ingin sebuah
kebaikan dan mengikuti aturannya serta saling berbagi dengan sesama. Itulah orang
yang paling kaya dalam hidupnya .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar