Oleh : Mira Silviana D
Sunyi,
sepi yang kurasakan untuk saat ini dalam dinginnya malam. Dimana hariku sepi
tanpamu sosok sahabat yang aku impikan. Aku ingin memilikinya, seperti mereka
yang ada diluar sana. Memamerkan keakraban dengan sahabat. Sahabat yang bisa
memahami dan mengerti, yang ada disaat senang dan susahnya. Bukan yang datang
kalau ada maunya dan kepentingannya saja. Seperti orang yang kesepian ya? Ya, aku memang
kesepian dan bukan berarti aku tidak bisa bergaul atau membuka diri kepada
orang lain.
Hanya
saja aku sudah takut untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat, sudah
berkali-kali rasa di khianati dengan orang yang paling dipercaya. Siapa orang
yang ingin dikhianati? Sekalipun tuhan tidak ingin bahkan akan dilempar ke
neraka-Nya yang membara. Aku juga ingin bisa seperti mereka yang bisa
menunujukkan bahwa ini dan itu sahabat mereka. terlihat bahagianya mereka bisa
bercanda tawa, berbagi pengalaman tanpa ada rencana menusuk dari belakang,
saling berbagi semangat saat terjatuh.
Bisakah aku memiliki yang merea sebut
dengan kata SAHABAT itu?
Aku
sering dengar sih yang namanya sahabat takkan melukai dan mengkhiati ataupun
menusuk dari belakang. Biasanya sih juga di bilang sahabat sejati. Tapi itu
tidak terjadi padaku, persahabatanku kandas dan berakhir dengan ketidakjelasan
yang ku tahu. Semua mendadak menghindar disaat aku bertanya dan titik kesalahan
yang ku perbuat. Semua hanya menatap hina dan mencela sadis. Sungguh aku tidak
mengerti dan seiring waktu berjalan aku mengerti dan paham kesalahanku dari
sebuah masalah sepele dan rasa ingin tahu mereka terhadap latar belakangku yang
tidak pernah ku ceritakan pada orang lain. Dan yang namanya mantan sahabat itu tidak ada, tapi aku merasakan itu sendiri dan adanya yang namanya mantan sahabat.
Pada saat itu
perperang besar terjadi pada masa itu, namun perperangan takkan menyelesaikan
masalahku dan masalah MANTAN sahabat ku. Akhirnya perdamaian dikibarkan namun
kami memutuskan untuk tidak saling bersama lagi. Aku sempat berfikir bisakah kita bersahabat seperti yang ada di anime-anime atau seperti mereka yang mampu bersahabat hingga tua. tapi mungkin cukup sampai disini saja.
Jujur saja aku MERINDUKANMU
sahabat pengkhianatku, TERIMAKASIH yang mau bersahabat denganku lalu pergi menusuk dengan dalam dari belakang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar