Rabu, 13 Juli 2016

SAHABAT PENGKHIANATKU


"SAHABAT PENGKHIANATKU"  
              Oleh : Mira Silviana D

Sunyi, sepi yang kurasakan untuk saat ini dalam dinginnya malam. Dimana hariku sepi tanpamu sosok sahabat yang aku impikan. Aku ingin memilikinya, seperti mereka yang ada diluar sana. Memamerkan keakraban dengan sahabat. Sahabat yang bisa memahami dan mengerti, yang ada disaat senang dan susahnya. Bukan yang datang kalau ada maunya dan kepentingannya saja.  Seperti orang yang kesepian ya? Ya, aku memang kesepian dan bukan berarti aku tidak bisa bergaul atau membuka diri kepada orang lain.

Hanya saja aku sudah takut untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat, sudah berkali-kali rasa di khianati dengan orang yang paling dipercaya. Siapa orang yang ingin dikhianati? Sekalipun tuhan tidak ingin bahkan akan dilempar ke neraka-Nya yang membara. Aku juga ingin bisa seperti mereka yang bisa menunujukkan bahwa ini dan itu sahabat mereka. terlihat bahagianya mereka bisa bercanda tawa, berbagi pengalaman tanpa ada rencana menusuk dari belakang, saling berbagi semangat saat terjatuh. 

Bisakah aku memiliki yang merea sebut dengan kata SAHABAT itu?
Aku sering dengar sih yang namanya sahabat takkan melukai dan mengkhiati ataupun menusuk dari belakang. Biasanya sih juga di bilang sahabat sejati. Tapi itu tidak terjadi padaku, persahabatanku kandas dan berakhir dengan ketidakjelasan yang ku tahu. Semua mendadak menghindar disaat aku bertanya dan titik kesalahan yang ku perbuat. Semua hanya menatap hina dan mencela sadis. Sungguh aku tidak mengerti dan seiring waktu berjalan aku mengerti dan paham kesalahanku dari sebuah masalah sepele dan rasa ingin tahu mereka terhadap latar belakangku yang tidak pernah ku ceritakan pada orang lain. Dan yang namanya mantan sahabat itu tidak ada, tapi aku merasakan itu sendiri dan adanya yang namanya mantan sahabat.

Pada saat itu perperang besar terjadi pada masa itu, namun perperangan takkan menyelesaikan masalahku dan masalah MANTAN sahabat ku. Akhirnya perdamaian dikibarkan namun kami memutuskan untuk tidak saling bersama lagi. Aku sempat berfikir bisakah kita bersahabat seperti yang ada di anime-anime atau seperti mereka yang mampu bersahabat hingga tua. tapi mungkin cukup sampai disini saja. 

Jujur saja aku MERINDUKANMU sahabat pengkhianatku, TERIMAKASIH yang mau bersahabat denganku lalu pergi menusuk dengan dalam dari belakang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar